Siapa yang pernah membaca buku kumpulan cerpen karangan Tamara Geraldine tersebut? Buku itu saya temukan atau menemukan saya tidak sengaja melalui tangan sahabat saya Dwiyanti Agustina. Karena buku itu memang miliknya dan saya meminjamnya untuk mengisi waktu luang, yang ternyata saya malah jatuh cinta dengan buku itu. Saya tidak menyangka tulisan yang jujur, berani dan cerdas bisa keluar dari seorang Tamara Geraldine yang dikenal publik sebagai presenter yang konyol. Walaupun buku keluaran tahun 2002, namun buku ini masih menarik untuk dibahas dan dibaca, saya pun telah membacanya lebih dari 5 kali. Nah, karena saya sangat menyukai buku ini tidak ada salahnya jika saya ingin berbagi beberapa cerita yang menjadi favorit saya. Selamat menikmati!
1. Kamu sadar saya punya alasan untuk selingkuh'kan sayang?
Seorang wanita yang telah menikah bernama Kezia. Pada suatu malam ibunya yang sangat cerewet menelponnya, untuk membahas mengenai perkawinannya dengan suaminya ,Kames. Ibunya yang cerewet menemukan fakta bahwa Kezia berselingkuh dengan seorang 'tukang pizza'. Namun diketahui oleh ibunya yang cerewet adalah ternyata bukan kezia saja yang selingkuh, masih ada 12 kerabat mereka yang berselingkuh tapi rumah tangganya baik-baik saja, termasuk Kames menantunya yang juga berselingkuh dan alasan mengapa Kezia selingkuh, yaitu karena ia adalah lesbian.
2. (Punggung) Caska dan Berto
Setelah setahun menikah Caska dan Berto tidak pernah bercinta lagi, Berto yang selingkuh membuat Caska sangat sedih sampai suatu malam saat mereka lelap tertidur, kedua punggung mereka berhadapan. Dan kedua punggung itu saling bertukar cerita tentang apa yang selama ini dilakukan dan dirasakan oleh 'majikannya'. Punggung Berto menceritakan bagaimana selingkuhan Berto, Elga memperlakukan dia saat 'majikannya' itu sedang bercinta dengan Elga. 'Elga tiap kali hanya menyentuh, mencium dan membayikan Mr. Happy! Dasar alat vital sialan! Makanya makin sombong saja dia. Setiap melihat wajah Elga, ia langsung mendongakkan kepala dan tak mau turun-turun', kata punggung Berto
Namun pembicaraan menarik kedua punggung tersebut harus terhenti karena Caska (majikan punggung Caska) terbangun dan menangis, sehingga membuat punggung Berto takut, saking takutnya sampai punggung itu pingsan. Dan saat Berto (majikan punggung Berto) terbangun dari tidurnya, ia menemukan bahwa istrinya telah pergi entah kemana bersama dengan sebuah pedang samurai miliknya.
Maka jangan lagi pernah mengatakan "Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu, kekasihku...". Karena ternyata kamu masih bisa bernafas dan tinggal seatap denganku hingga detik ini. Beberapa jam setelah kubantai pacarmu dikamar kos murahannya.
3. Bahasa yang dimengerti Hati
Seorang laki-laki dan perempuan muda menyusur Legian, kelelahan, dan memutuskan untuk makan. laki-laki dan perempuan itu bercakap-cakap dengan bahasa dan ujaran dari buku norma-norma padahal mulut dan hati mereka tidak sejalan. Serunya, manusia (khususnya yang dua itu) sangat lambat untuk menyadari bahwa mulut adalah mulut, hati berselingkuh dengan sesama hati, karena kejujuran hati tak pernah disampaikan oleh mulut. Dari dulu sampai kapan nanti.
potongan percakapan mereka saat makan :
"Pesan apa kamu??"
(PILIH AKU JADI PACARMU)
"Bingung juga ya. Semua enak."
(ADUH...LO CAKEP BANGET SEEEHHH...!)
"Gimana kalo nasi campur Bali?"
(GIMANA KALO KITA "NYAMPUR" UNDER BALI TIME ABIS INI?)
"Enak juga ya. Mungkin starternya Calamari?"
('MAIN' SAMA AKU, FOREPLAY-NYA PAKAI SEMUA JARI TANGAN KAMU!)
"Atau Setup Lidah?"
(IMAGINE MY TONGUE INSIDE YOUR 'THING' MAKE YOU QUEEF)
"Hmm... Menarik, tapi aku kayaknya lebih tertarik dengan cumi-cumi hari ini"
(SEPULUH JARI. KALAU PERLU PAKAI JARI KAKI)
"Sayurnya? Mau terong Balado"
(ANJRIT, "BARANG" GW PANAS! TERTARIK?)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar