Jumat, 04 Desember 2009

Married life!


location : room sweet room
listening : kazamidori - depapepe

Siapa di dunia ini yang tidak pernah memimpikan sebuah pernikahan. Pernikahan yang indah, dengan pasangan yang anda cintai? pasti anda pernah, saya pun begitu. Saya adalah seorang wanita yang sangat memimpikan sebuah pernikahan yg megah, like any other women in the world. Saya bermimpi memiliki pasangan yang kaya, maka nanti dia dapat membiayai pernikahan impian saya, gaun pengantin impian saya, rumah impian saya dan bulan madu impian saya. Mungkin anda berpikir saya perempuan yang materialistis, iya memang, namun siapa yang tidak memimpikan itu semua ?


Preston Bailey


Saya meninginkan seorang Preston Bailey, menjadi dekorator dalam resepsi pernikahan saya. I think every women in the world would have the same dream with me. Saat anda berbicara mengenai Preston Bailey, maka anda membicarakan juga tentang ribuan bahkan jutaan tangkai bunga-bunga cantik yang akan dia sulap ke dalam bentuk-bentuk yang tidak konvensional, tetapi menjadi bentuk indah seperti bunga yang dirankai menjdi bentuk 'anjing' atau angsa seperti di show Biyan Bride. Saat kita membicarakan dia, kita akan selalu ingat dengan hal-hal indah yang ia ciptakan. Oh, I can't even imagine that!


things i want for my wedding day



Baby, I want this! Ok seriously, this is what I've been dreaming in. Big diamond ring (diamond are still the girl best friend), a romantic honeymoon in Bora-Bora Island or Dubai (Burj Al Arab of course) and a fancy wedding invitation! Girl, don't deny it! You're all want that too! Saya juga sangat menginginkan menikah dalam balutan busana Biyan Wanaatmadja (my favoutite designer of all time) atau kebaya megah Anne Avantie, yang pastinya saya harus diet ketat untuk mendapatkn tubuh super langsing, agar busana tersebut dapat memeluk tubuh saya dengan sempurna. Oh, saya tak bisa membayangkan betapa indahnya pernikahan saya itu. Membicarakannya membuat saya ingin menikah besok.

Namun pernahkah anda memikirkan atau memimpikan bagaimana kehidupan anda sesudah pernikahan? your married life? Jawabannya mungkin sebagian tidak. Bagi sebagian besar wanita yang hidup ditimur seperti Indonesia, pernikahan seperti menjadi momok yang menakutkan. Karena untuk orang timur, lebih cepat menikah lebih baik, lebih muda menikah lebih baik. Kalau saya pribadi tidak setuju dengan hal itu. Karena pada kenyataan mencari seorang Pria yang tepat itu sangat sulit sekali. Kalau saya pribadi tidak masalah menikah pada usia tua, yang penting saya sudah matang secara pikiran dan materi. Saya tidak mau pernikahan saya yang indah itu, nantinya malah berakhir di meja sidang dengan alasan 'Kami beda prinsip' atau 'kami tidak cocok'. Jika tahu beda prinsip dan tidak cocok lalu kenapa menikah? Namun tidak bisa dipungkiri, kenyataan inilah yang banyak terjadi dimasyarakat. Mungkin salah satu penyebabnya adalah tuntutan untuk menikah cepat dan menikah muda tadi, sehingga jiwa yang masih labil kaget ketika harus mendapatkan tanggung jawab yang begitu besarnya. Pertanyaan saya, kenapa sih orang tua suka sekali menyuruh anak-anaknya untuk cepat menikah??? memang ada apa dengan pernikahan?? ingin dapat cucu alasanya? tanpa menikah pun bisakan dapat cucu. Atau malu sama keluarga yang anak perempuannya sudah menikah di usia muda? Menurut saya sangat tidak adil jika orang tua memaksa anaknya cepat menikah, sangat tidak adil dan tidak masuk akal!
Selama ini saya sering mendiskusikan Konsep Pernikahan dengan teman-teman saya yang wanita, beberapa dari mereka mengatakan tidak bisa menunggu hari pernikahannya, namun sebagian mengatakan 'i don't believe in marriage, because marriage ruin everything'. Saya sangat menghargai pendapat mereka, karena menurut saya setiap orang memiliki konsep yang berbeda tentang pernikahan. Agama saya mengatakan bahwa Penikahan itu Ibadah, saya agak tidak setuju dengan pernyataan ini. Karena menurut saya penikahan itu tidaklah ibadah jika kita tidak bahagia, pernikahan itu tidak ibadah jika kita dipukuli oleh suami, pernikahan itu tidak ibadah jika yang kita dapatkan hanyalah derita dan air mata. Jadi apakah pernikahan itu masih dianggap Ibadah? Jawabannya : Ya, karena dalam pernikahan kita mengenal yang namanya mengalah, untuk tidak egois, untuk sabar, untuk menjalin silaturahmi dan yang lainnya. Menurut saya Pernikahan itu adalah pilihan, pilihan untuk dicintai dan mencintai dalam satu ikatan yaitu pernikahan. Namun bagaimana dengan mereka yang ingin hidup dicintai dan mencintai tanpa adanya ikatan? sekali lagi itu pilihan.
Saya sangat menginginkan pernikahan yang indah seperti yang saya sebutkan diatas. namun saya terlalu takut untuk kecewa, jika nantinya pernikahan saya gagal. Pernah suatu ketika saya berpikir bahwa saya tidak ingin menikah. Atau saya ingin punya anak, tapi tidak ingin memiliki suami. Karena saat menikah banyak hal yang akan saya tinggalkan, egois memang tapi untuk sebagian wanita yang hidup di kota besar seperti Jakarta, pernikahan tidak seindah yang ada di film. Tujuan kita dalam hidup adalah untuk hidup bahagia, lalu jika lembaga pernikahan tidak menjanjikan itu semua, bolehkan saya memilih untuk tidak menikah? Namun saya ingin memiliki anak kandung, menjadi single parent maksud saya? Bolehkah? Apa yang akan dikatakan orang tua saya dan anda saat mereka mengetahui itu? Kita tidak pernah tahu.


baby, i want this. can you afford this? hahahha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar